![]() |
||||
| Situs web ini | Topic diskusi | |||||
|
Isa AlmasihNamanya 'Isa dan boleh dipakai dengan titel "Almasih" (atau "Al Masih"). Titel ini kadang-kadang dipakai dalam Al Qur'an tanpa nama, dan kadang-kadang dipakai dengan nama 'Isa, dan terdapat sebelas kali dalam Al Qur'an. Almasih dapat dipakai untuk menyebutkan pribadi, mis. Surah 5:76/72 "Almasih berkata: `Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu'" Tidak ada penjelasan tentang asal-usul istilah Almasih dalam Al Qur'an, dan para pakar memberi beberapa penjelasan. Yang paling sering diberikan adalah istilah Bahasa Ibrani, mashiah, yang dipakai untuk raja, kepala suku nenek moyang, dan penyelamat. (Ahmad Deedat, Christ in Islam, hlm.13). Namun demikian, artinya yang diurapi dan maksudnya 'Isa disebut Almasih karena ia diurapi tengan tujuan tertentu sebagai nabi terakhir negara Yahudi. Menurut Al Qur'an, 'Isa diberkati oleh Allah (Surah 19:32/31) dan diurapi dengan hormat. Ia dilindungi dari Iblis sejak lahir (Surah 3:36; The Encyclopaedia of Islam, Jilid. IV, hlm.82), sehingga ada yang berpendapat bahwa ada urapan khusus pada kelahirannya. Ada juga yang berpendapat bahwa 'Isa adalah Almasih karena ia mengurapi mata orang buta untuk menyembuhkannya. (Surah 3:43; Injil Markus 6:13; Surat Yakobus 5:14), atau karena ia mengoles atau memijit orang sakit dengan tangannya. Ada orang Sufi yang berpendapat bahwa 'Isa disebut Almasih karena ia sering merantau dan tidak menetap di satu tempat. Mereka mengaitkan istilah Almasih dengan istilah Sah, yang berarti bepergian, merantau, berziarah. Karena itu, mereka percaya bahwa 'Isa adalah pemimpin Imam al sa'yihin (hamba Tuhan yang merantau) (The Encyclopaedia of Islam, Jilid. IV, hlm. 82). Golongan Ahmadiyya dalam agama Islam menerima pendapat ini dan percaya bahwa 'Isa merantau sampai ke Kasmir di India Utara. (Ghulam Ahmad, Jesus in India, hlm. 53). Titel Almasih sangat penting bagi pengikutnya. Dalam Bahasa Ibrani istilah Messias (Almasih) berarti "Yang Diurapi". Dalam suatu bentuk istilah ini dapat dipakai untuk imam biasa atau pemimpin yang diurapi, dan kadang-kadang dipakai dengan arti ini dalam Taurat dan Zabur. Akan tetapi, istilah tersebut akhirnya dipakai sebagai titel untuk Dia yang dijanjikan Allah. (Kitab Nabi Daniel 9:25). 'Isa menyebutkan diri Almasih (Injil Yahya 4:25-26). Orang Yahudi pada jaman itu tidak mengerti bahwa 'Isa adalah Almasih, karena mereka mengharapkan pemimpin militer. Akan tetapi 'Isa menyebutkan diri Almasih yang datang "bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani, dan memberi nyawanya untuk menebus/ membebaskan (fidya) banyak orang" (Injil Matius 20:28). Dalam Injil, titel Almasih sering dipakai dengan arti utusan Allah yang ilahi (Injil Matius 26:63; Injil Markus 1:1; Injil Lukas 4:41; Injil Yahya 11:27; 20:31).
|
|||||||||||||||
|
|
|
|